Bismillahirahmanirrahim..
Aku sudah pernah diracuni di wilayah wilayah anti maulid, aku pernah kesakitan menahan sakit ketika mereka meracuni buah apel yg disuntik dg karbol,
aku dg polos menerima buah parsel yg sering dibawakan utkku di majelis2, sampai rumah kuminta untuk dibuatkan juice apel.
tukang masak dirumah sudah curiga, kenapa apelnya kok lembek ya?, tidak busuk tapi sangat ranum, maka ia tak jadi memberikannya pada anak anakku karena lembek, maka di jus lah apel itu untukku, aku minum dan muntah darah, dokter mengatakan (setelah memeriksa jus apel di lab) apel itu mengandung karbol, itu biasa dipakai oleh orang orang muslim extrim untuk membunuh anjing, mereka menyuntikkan karbol didalam Bakso, atau bakso itu dimasuki batu api (batu kecil yg dipakai di korek api gas), lalu diberikan pd hewan itu.
dokter itu tahu karena temannya adalah dokter hewan, sering anjing piaraan dirumah orang orang non muslim dibunuh dg cara itu.
masya Allah, mulai saat itu aku tak menyentuh makanana atau apapun di majelis majelis, selang setahun kemudian.. aku mulai tenang, biarlah, ada Allah swt, bila memang mesti wafat diracun maka aku syahid dan tentunya gembira dan ridho.
anda pernah lihat puluhan botol air aqua di majelis2 yg minta didoakan setiap majelisnya?
dahulu aku mengikuti sunnah, yaitu mencelupkan jariku pada setiap botol botol itu, karena Nabi saw melakukan itu sebagaimana riwayat shahih bahwa beliau menyentuhkan jari jarinya di air yg dibawa para sahabat seraya mendoakannya.
suatu ketika saat botol botol itu diajukan kepadaku, sebuah botol plastik itu tumpah sedikit, airnya langsung menghanguskan sorbanku yg terkena cipratan air itu..
ampuuun.. rupanya itu air soda api, warnanya sama dg air putih, dan plastik tidak terpengaruh olehnya..
coba bayangkan kalau aku mencelupkan jariku ke botol itu?, telunjukku akan hangus dan si pelaku pasti puas terbahak bahak..
masya Allah.. Allah menyelamatkanku dengan membuat botol itu terdorong dan sedikit menghanguskan sorbanku.., sejak itu aku tak berani lagi menyentuh air air aqua itu.
dan aku pernah ke manado disaat kondisi mereka masih rawan antara muslim dan nasrani, dua hari saja muslimin sudah berpadu dalam panji mahabbah pada Nabi saw, malam itu aku langsung diculik dari hotel oleh beberapa aktifis dakwah kita, mereka memaksaku mengganti bajuku dg Jas, dasi, topi dan celana stelan, kepalaku sudah dihargai 5.000 usd oleh nasrani katanya..
aku langsung dibawa ke bandara dan melewati malam itu di bandara, pesawat pertama aku pulang ke jakarta .
demikian pula saat aku masuk ke priok, masyarakat berpadu, dan saat itu kepala BIN adalah hendro priyono, ia memanggilku untuk menghadap, aku tau ia risau dg kebangkitan rakyat priok yg menjadi ujung tombak pelabuhan jakarta.
aku menolak, karena diminta membuat surat pernyataan untuk permohonan menghadap, ngga deh.. kalau saya dipanggil saya akan datang, kalau beliau yg mau datang pd saya maka saya akan menyambutnya, tapi kalau bikin surat permohonan jumpa ngga deh..
orang orang dekat saya memperingati bahwa makhluk yg satu itu sangat licik, bila ada ulama yg dipanggil olehnya dan tak mau menghadap maka akan hilang begitu saja, wallahu a’lam betul atau tidaknya.
beberapa hari kemudian saya ke puncak, kunjung pada ibu saya yg tinggal di cipanas puncak, dijalan tol terjadi kecelakaan, sopirku yg Alhamdulillah berpengalaman itu dijebak dari kanan untuk didesak agar menyingkir, kecepatan kami saat itu 140km/jam, hal itu tak mungkin diperbuat kecuali faktor kesengajaan, mana mungkin mobil lain mengejar kami dg kecepatan 140km/jam lalu mendesak kami kekiri untuk membenturkan mobil kami dg mobilnya?
bila ia baru belajar mobil maka mustahil ia bisa mengejar kecepatan kami, kalau ia mahir maka mustahil mendesak kami kekiri untuk membenturkan kami dg mobilnya,
untung sopirku yg sudah kuanggap saudaraku itu ia tak mengerem, ia hanya mengalihkan haluan kekiri, tak ayal lagi mobilku menghantam beton pemisah di tol cibubur, mobil hancur tak berbentuk, kami semua selamat, mobil itu mengerem sesaat berhenti, lalu pergi begitu saja..
tak lama datang mobil lain yg berhenti dan memfoto mobil kami, lalu pergi lagi..
setelah kutanya pada teman teman yg aktif dalam inteligen mereka sudah yakin itu adalah rekayasa, karena memang pengendara mobil itu sudah pengalaman membunuh lawannya,
ia tahu semua mobil bila disudutkan akan menyingkir, tak mungkin ada orang yg mau bertahan mengadu mobilnya, dan menyingkir itu mestilah injak rem, dan injak rem dalam keadaan menyingkir dg kecepatan 140km/jam akan menyebabkan mobil terbalik berkali kali..
itulah rencana rekayasanya,
direncanakan mobilku akan mengerem mendadak sambil menghindar, lalu terbalik berkali kali di tol, lalu diikuti dg hantaman mobil mobil lain dari belakang yg menghantam mobilku..
saat sopirku tak menginjak rem, maka mobil melaju keluar jalur dan menabrak beton, tapi selamat dari hantaman mobil mobil dari belakang.
ia berhenti.., mengapa?, mestinya ia kabur terbirit birit karena takut dituntut, atau sebaliknhya turun menolong, namun ia hanya memastikan bahwa kami celaka, lalu pergi,
tak lama datang mobil lain yg berhenti hanya memfoto kami lalu caw.. tidak menolong, atau berkata apapun..
lalu tak disangka sangka datang perintah guru mulia agar aku tak keluar dari jakarta sama sekali dg tujuan apapun, aku kaget, ada apa dg “tahanan luar ini?”, aku betul betul dilarang keluar jakarta untuk dakwah atau apapun.., masya Allah,
kemudian tahun ini barulah beliau mengizinkanku keluar,
kemarinpun di manokwari demikian, semangat mereka bangkit, dan mereka sudah siap jihad, aku sudah bermimpi saat itu bahwa jalanan di Manokwari dibanjiri darah, namun kutahan kabar itu, kukatakan bahwa jangan angkat senjata sebelum mereka yg memulai, padahal aku sudah mimpi bahwa pertumpahan darah akan terjadi disana tuk melawan rencana keputusan perda setempat yg melarang Jilbab dan pembangunan masjid..