Feeds:
Posts
Comments

*** Pengempuk Alami ***

-daun pepaya mengandung papain yg dapat mengempukkan serat daging.memarkan daun pepaya terutama tulang daunnya.bungkus rapat2 daging dg daun pepaya,diamkan selama 1 jam/lebih.

-buah pepaya muda, banyak dijual di swalayan sari getah buah pepaya atau daun pepaya dlm bentuk bubuk.biasanya utk 1kg daging digunakan 1 sdm bubuk pepaya.diamkan selama 20 menit,cuci bersih sebelum dimasak.bisa jg dg jus pepaya muda buatan sendiri.

-nanas,campur daging dg parutan nanas.diamkan selama 1 jam/lebih.nanas akan mempengaruhi cita rasa daging.sebaiknya daging diempukkan dg dibiarkan utuh,jgn dipotong2 dulu.cuci bersih sebelum dipotong.

*** Direndam ***

daging dpt direndam dg cuka dan jeruk nipis utk melunakkan serat,makin lama direndam makin baik.cita rasanya pun makin enak.

*** Dilayukan ***

simpan daging didlm chiller lemari es selama beberapa hari.daging memang akan berubah warna menjadi lebih gelap tetapi jgn khawatir, daging tdk akan rusak dan tetap layak dimakan.lebih baik lg jk daging dilayukan sambil direndam didlm bumbu perendam (marinade) yg dipakai utk memasak.bumbu akan meresap hingga cita rasa lebih enak.

Bismillahirahmanirrahim..

Aku sudah pernah diracuni di wilayah wilayah anti maulid, aku pernah kesakitan menahan sakit ketika mereka meracuni buah apel yg disuntik dg karbol,

aku dg polos menerima buah parsel yg sering dibawakan utkku di majelis2, sampai rumah kuminta untuk dibuatkan juice apel.

tukang masak dirumah sudah curiga, kenapa apelnya kok lembek ya?, tidak busuk tapi sangat ranum, maka ia tak jadi memberikannya pada anak anakku karena lembek, maka di jus lah apel itu untukku, aku minum dan muntah darah, dokter mengatakan (setelah memeriksa jus apel di lab) apel itu mengandung karbol, itu biasa dipakai oleh orang orang muslim extrim untuk membunuh anjing, mereka menyuntikkan karbol didalam Bakso, atau bakso itu dimasuki batu api (batu kecil yg dipakai di korek api gas), lalu diberikan pd hewan itu.

dokter itu tahu karena temannya adalah dokter hewan, sering anjing piaraan dirumah orang orang non muslim dibunuh dg cara itu.

masya Allah, mulai saat itu aku tak menyentuh makanana atau apapun di majelis majelis, selang setahun kemudian.. aku mulai tenang, biarlah, ada Allah swt, bila memang mesti wafat diracun maka aku syahid dan tentunya gembira dan ridho.

anda pernah lihat puluhan botol air aqua di majelis2 yg minta didoakan setiap majelisnya?

dahulu aku mengikuti sunnah, yaitu mencelupkan jariku pada setiap botol botol itu, karena Nabi saw melakukan itu sebagaimana riwayat shahih bahwa beliau menyentuhkan jari jarinya di air yg dibawa para sahabat seraya mendoakannya.

suatu ketika saat botol botol itu diajukan kepadaku, sebuah botol plastik itu tumpah sedikit, airnya langsung menghanguskan sorbanku yg terkena cipratan air itu..

ampuuun.. rupanya itu air soda api, warnanya sama dg air putih, dan plastik tidak terpengaruh olehnya..

coba bayangkan kalau aku mencelupkan jariku ke botol itu?, telunjukku akan hangus dan si pelaku pasti puas terbahak bahak..

masya Allah.. Allah menyelamatkanku dengan membuat botol itu terdorong dan sedikit menghanguskan sorbanku.., sejak itu aku tak berani lagi menyentuh air air aqua itu.

dan aku pernah ke manado disaat kondisi mereka masih rawan antara muslim dan nasrani, dua hari saja muslimin sudah berpadu dalam panji mahabbah pada Nabi saw, malam itu aku langsung diculik dari hotel oleh beberapa aktifis dakwah kita, mereka memaksaku mengganti bajuku dg Jas, dasi, topi dan celana stelan, kepalaku sudah dihargai 5.000 usd oleh nasrani katanya..

aku langsung dibawa ke bandara dan melewati malam itu di bandara, pesawat pertama aku pulang ke jakarta .

demikian pula saat aku masuk ke priok, masyarakat berpadu, dan saat itu kepala BIN adalah hendro priyono, ia memanggilku untuk menghadap, aku tau ia risau dg kebangkitan rakyat priok yg menjadi ujung tombak pelabuhan jakarta.

aku menolak, karena diminta membuat surat pernyataan untuk permohonan menghadap, ngga deh.. kalau saya dipanggil saya akan datang, kalau beliau yg mau datang pd saya maka saya akan menyambutnya, tapi kalau bikin surat permohonan jumpa ngga deh..

orang orang dekat saya memperingati bahwa makhluk yg satu itu sangat licik, bila ada ulama yg dipanggil olehnya dan tak mau menghadap maka akan hilang begitu saja, wallahu a’lam betul atau tidaknya.

beberapa hari kemudian saya ke puncak, kunjung pada ibu saya yg tinggal di cipanas puncak, dijalan tol terjadi kecelakaan, sopirku yg Alhamdulillah berpengalaman itu dijebak dari kanan untuk didesak agar menyingkir, kecepatan kami saat itu 140km/jam, hal itu tak mungkin diperbuat kecuali faktor kesengajaan, mana mungkin mobil lain mengejar kami dg kecepatan 140km/jam lalu mendesak kami kekiri untuk membenturkan mobil kami dg mobilnya?

bila ia baru belajar mobil maka mustahil ia bisa mengejar kecepatan kami, kalau ia mahir maka mustahil mendesak kami kekiri untuk membenturkan kami dg mobilnya,

untung sopirku yg sudah kuanggap saudaraku itu ia tak mengerem, ia hanya mengalihkan haluan kekiri, tak ayal lagi mobilku menghantam beton pemisah di tol cibubur, mobil hancur tak berbentuk, kami semua selamat, mobil itu mengerem sesaat berhenti, lalu pergi begitu saja..

tak lama datang mobil lain yg berhenti dan memfoto mobil kami, lalu pergi lagi..

setelah kutanya pada teman teman yg aktif dalam inteligen mereka sudah yakin itu adalah rekayasa, karena memang pengendara mobil itu sudah pengalaman membunuh lawannya,

ia tahu semua mobil bila disudutkan akan menyingkir, tak mungkin ada orang yg mau bertahan mengadu mobilnya, dan menyingkir itu mestilah injak rem, dan injak rem dalam keadaan menyingkir dg kecepatan 140km/jam akan menyebabkan mobil terbalik berkali kali..

itulah rencana rekayasanya,

direncanakan mobilku akan mengerem mendadak sambil menghindar, lalu terbalik berkali kali di tol, lalu diikuti dg hantaman mobil mobil lain dari belakang yg menghantam mobilku..

saat sopirku tak menginjak rem, maka mobil melaju keluar jalur dan menabrak beton, tapi selamat dari hantaman mobil mobil dari belakang.

ia berhenti.., mengapa?, mestinya ia kabur terbirit birit karena takut dituntut, atau sebaliknhya turun menolong, namun ia hanya memastikan bahwa kami celaka, lalu pergi,

tak lama datang mobil lain yg berhenti hanya memfoto kami lalu caw.. tidak menolong, atau berkata apapun..

lalu tak disangka sangka datang perintah guru mulia agar aku tak keluar dari jakarta sama sekali dg tujuan apapun, aku kaget, ada apa dg “tahanan luar ini?”, aku betul betul dilarang keluar jakarta untuk dakwah atau apapun.., masya Allah,

kemudian tahun ini barulah beliau mengizinkanku keluar,
kemarinpun di manokwari demikian, semangat mereka bangkit, dan mereka sudah siap jihad, aku sudah bermimpi saat itu bahwa jalanan di Manokwari dibanjiri darah, namun kutahan kabar itu, kukatakan bahwa jangan angkat senjata sebelum mereka yg memulai, padahal aku sudah mimpi bahwa pertumpahan darah akan terjadi disana tuk melawan rencana keputusan perda setempat yg melarang Jilbab dan pembangunan masjid..

Ini sebuah kisah perjalanan dakwah seorang ulama besar

Setibanya beliau di Denpasar, lelah langsung mencekat dirinya. Beliau diperas habis.., bayangkan saja tiba jam 2 siang wita langsung acara, lalu makan, lalu ke masjid di Kampung Jawa, shalat asar, acara, didahului sambutan, bla..bla..bla.., lalu ceramah, lalu jamuan makan, lalu pertemuan dg pimpinan pendeta hindu, lalu magrib, lalu menuju masjid lainnya, acara lagi dan baru selesai pk 23.30 wita. Kembali ke tempat peristirahatan sudah ditunggu oleh aktifis dakwah, mereka kumpul, tanya jawab dlsb sampai pk 2.00 dinihari, masuk deh ke kamar tidur dan mereka masih ramai diluar, beliau mandi, buka laptop dan koneksi internet, buka email.., bla..bla..bla

Sekitar pk 3.00 dinihari, beliau mendengar tangisan dipintu, memang beliau belum tidur masih berduaan dgn “Siti Toshiba” (laptop kesayangannya), he..he.. si siti yg setia sekali padanya siang malam.
Ada apa diluar pintu?, ternyata seorang muallaf, dia hindu yg sudah lama masuk islam, diajaknya masuk kamar, mereka duduk saling pandang berduaan, usianya diatas lima puluh tahun, kumisnya sudah putih dibasahi airmata pula, kenapa bapak..?, sampean kenapa..?, ia memelukku, menangis lagi, kata sang ulama. Si kakek berkata : “saya tak mau pisah dengan romo yai..”, kalimat itu diulang ulang dan ia memeluk saya semakin keras ampe nyesek, jawab sang ulama. aduh.. ni bapak kok sampe begini amat, aku dibilang romo yai, aku kan masih 34 tahun..

Singkat kata dia ini terenyuh dg kisah sahabat yg tidur didepan pintu Rasul saw, aku Cuma ketawa dalam hati sambil berkata dalam hati: kalau sahabat itu dia mendengar tasbih dan dzikirnya Rasul saw, kalau kau ini tadi mendengar suara laptop aja kali ya..?, he..he..he..,

Lalu apa yg bapak inginkan?,

Saya mau ikut romo yai,

Bapak punya keluarga?

Saya ada anak istri..

Anak istri bapak nanti gimana kalau bapak ikut saya ke jakarta ?

Anak istri saya sudah ada bicara dengan saya, mereka bisa mandiri,

Enggak bisa begitu, sebab ini negeri non muslim, bahaya kalau anak istri ditinggal, tarbiyahnya penting.. negeri ini beda dengan negeri lainnya bapak.. bapak berjihadlah disini sama teman teman yg lain..

Akhirnya ia menurut, tapi minta gamisku yg tadi kupake.. mau buat kain kafannya nanti katanya.., aku emang ga boleh sembarang ceramah si.. aku menawarnya,

Gini aja, bapak ambil jubah saya aja yg biru ya..?,

Bapak menjawab saya mau gamis ini sebab ini putih, saya benar benar akan memakainya saat wafat sebagai kafan..

Sang ulama menarik nafas panjang.., mh.. ampun.. tapi kasihan juga si.. ya udah bapak pakai sholat juga ya.. bawa deh.. (dalam hatiku berkata : apa iya cukup?

tenabang..oh..tenabang

Tenabang = Pasar Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat
ummmhhh..berawal dari niat “ambil keberkahan dari istri habaib”. bergegaslah aku dengan si abang angkot M01 kebayoran – tenabang.wuissssssss…berlalu cepat, Alhamdulillah engga macet.
sampe dipasar, bingung nyari Blok A sebelah mana (secara udah 3 tahun engga kesana), tanya sono sini katanya deket pangkalan “kambing”..
kuambil daftar belanjaan titipan umi (bla..bla..bla..dan blabla), 1 barang ketemu, yg kedua mulai susah karena harganya mahal..puter..puter..puter lagi engga ada yg cocok..wis jatuh cinta saat tawaran di toko pertama..
“bang udeh segitu aja ntar saya doain kebagian berkahnye” (senjata klo belanja..hikkks..hikkkss). si abang gak mau ngasih, wis tungguin sampe sekitar 15 menit di toko itu,.maybe tu abang jengah jg liat cewek nawar engga dikasih koq malah nongkrongin toko gw?..
ehh..si abang kalah juga “ya udah neng buat neng mah abang kasih tapi jangan bilang siapa2 ya klo abang kasih diskon!”..”ohya ngomong2 no.hapenya berapa neng..? (loh koqq..dahiku berkerut)
heheheee…emang dasar kena juga rayuan maut.

semut dan kesuksesan

Pelajaran paling berharga yang dapat disaksikan dalam alam kesuksesan adalah semut. Lihatlah!! bagaimana dia mengulang usahanya berkali – kali sehingga berhasil mencapai tujuannya. dia mendaki pohon dan terjatuh, kemudian mendaki kembali dan terjatuh hingga berhasil mendaki dan memperoleh tujuannya tanpa rasa lelah. apabila jalannya ditutup, dia mengambil jalan ke kanan dan kiri, apabila merasa susah untuk mendaki, dia mundur dan kembali mendaki dengan kekuatan lebih besar dari sebelumnya, yaa..barangkali dia menjauhi jalannya yang pertama disebabkan beberapa hambatan, akan tetapi dia tetap kembali menuju arah yang sama sehingga sampai ke tujuannya. dia memiliki kekuatan luar biasa untuk terus menetapi tujuannya tanpa rasa putus asa sehingga dia dijadikan pemisalan.

Diceritakan bahwa seorang Badui sedang melakukan perjalanan untuk menunaikan hajatnya. tatkala ia merasa lelah  disebabkan perjalanannya, dia beristirahat sambil berfikir “baiknya aku kembali saja!!”. ketika keinginan itu timbul, tiba – tiba dia melihat seekor semut mendaki batu besar dan terjatuh, kemudian mendaki lagi dan terjatuh lagi, mendaki lagi hingga semut itu mencapai puncaknya. maka si Badui ini pun berkata “sesungguhnya, aku lebih pantas untuk bersabar dan berketetapan hati dari semut ini”.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.